Berita Desa 02 September 2026 167 Dilihat

Pemdes Bajuin Tingkatkan Kapasitas Aparatur, Tekankan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Masyarakat

P
Admin Desa Desa Bajuin
Pemdes Bajuin Tingkatkan Kapasitas Aparatur, Tekankan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Masyarakat

BAJUIN – Pemerintah Desa Bajuin menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Bajuin sebagai upaya meningkatkan kompetensi aparatur dalam menjalankan pemerintahan, pelayanan masyarakat, pengelolaan keuangan dan aset, hingga pelaksanaan pembangunan desa.

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Inspektorat, serta Tenaga Ahli Kabupaten Tanah Laut.

Sekretaris Dinas PMD, Yudo Restanto, S.STP., M.IP., menjadi salah satu narasumber yang memberikan penguatan mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa.

Dalam penyampaiannya, Yudo menegaskan bahwa peningkatan kapasitas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan desa yang mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.

“Aparatur desa merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan. Karena itu, pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab harus terus ditingkatkan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan,” kata Yudo.

Ia juga mendorong aparatur desa untuk tidak hanya memahami aspek administratif, tetapi mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sementara itu, materi mengenai pengelolaan keuangan dan aset desa disampaikan oleh Bahrani, S.AP., PIC Keuangan dan Aset Dinas PMD.

Bahrani mengingatkan aparatur desa agar setiap proses pengelolaan keuangan dan aset dilakukan secara tertib, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan hingga pelaporan.

“Pengelolaan keuangan desa membutuhkan ketelitian dan pemahaman terhadap aturan. Setiap tahapan harus dilaksanakan secara tertib karena seluruh penggunaan anggaran nantinya harus dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurutnya, tertib administrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pemerintahan desa.

Selanjutnya,Camat Bajuin, Wisnu Kuntarto, S.STP., turut memberikan materi dan penguatan kepada aparatur Desa Bajuin mengenai pentingnya pemahaman tugas, koordinasi, serta pelaksanaan administrasi pemerintahan desa secara tertib.

Dalam penyampaiannya, Wisnu menekankan bahwa aparatur desa perlu memiliki pemahaman yang baik terhadap tugas dan fungsi masing-masing agar penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan secara efektif dan terarah.

“Setiap aparatur memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang saling berkaitan. Karena itu, diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik agar seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Wisnu.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ilmu dan pemahaman yang diperoleh dalam pelatihan ini hendaknya dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Yang paling penting adalah bagaimana peningkatan kapasitas tersebut dapat memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan desa,” tambahnya.

Dari unsur pengawasan, Yazidi dan Rachmat dari Inspektorat turut memberikan materi kepada aparatur Desa Bajuin.

Yazidi menjelaskan bahwa pengawasan terhadap pemerintah desa tidak semata-mata bertujuan menemukan kesalahan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai aturan.

“Pengawasan bukan hanya soal mencari kesalahan. Yang lebih penting adalah bagaimana aparatur memahami aturan dan mampu melaksanakan kegiatan sejak awal dengan tertib, sehingga potensi kesalahan dapat diminimalkan,” ungkap Yazidi.

Senada, Rachmat menekankan pentingnya memastikan setiap kegiatan desa memiliki perencanaan dan administrasi yang jelas.

“Setiap kegiatan harus direncanakan dengan baik dan didukung administrasi yang lengkap. Dengan begitu, pelaksanaan kegiatan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki pertanggungjawaban yang jelas,” tutur Rachmat.

Selain pengelolaan pemerintahan dan pengawasan, aspek pembangunan desa juga menjadi bagian dari materi pelatihan.

Andi Allen, Koordinator Tenaga Ahli Kabupaten Tanah Laut, mendorong aparatur Desa Bajuin agar perencanaan pembangunan benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa harus memiliki arah yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Perencanaan pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Aparatur desa perlu memahami persoalan yang ada di lapangan sehingga program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Andi Allen.

Pelatihan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi aparatur Desa Bajuin untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan desa.

Pemerintah Desa Bajuin berharap hasil pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing aparatur. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan turut mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan aparatur yang memiliki pemahaman dan kompetensi yang semakin baik, Pemerintah Desa Bajuin berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Dokumentasi Kegiatan

Bagikan informasi ini: